KATEGORI PRODUK

AGEN KAMI

BANTEN DAN SEKITARNYA

BAPAK REZA
HP. 0817765500 Pin BB: 2A7335CC

DI YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA

BAPAK AGUS TRI SUHERIYATNO, ST
HP. 08122710925, WA. 081578442456, Pin BB: 29D2CC22

PELUANG USAHA GURU MY HEALTHY YOGHURT GAMBIR

Diposkan pada : 08-01-2015 07:58:34

Peluang Usaha Guru My Healthy Yoghurt GAMBIR, Info lebih lanjut hubungi Bapak Bambang,  Ponsel: 081348846856, 082318558337, WhatsApp: 087878585268, Pin BB: 73D04317. My Healthy Yoghurt adalah yoghurt yang diproduksi dari susu murni dan berkualitas dengan tambahan gula murni dan perasa makanan yang aman untuk dikonsumsi baik anak-anak maupun orang dewasa. My Healthy juga sudah dikenal masyarakat luas karena rasanya yang enak dan menyehatkan. Sudah banyak yang membuktikan khasiat dan manfaat My Heathy Yoghurt ini, maka dari itu tidaklah berlebihan bila kami merekomendasikan My Healthy Yoghurt bisa dijadikan Peluang Usaha Guru My Healthy Yoghurt GAMBIR, Peluang usaha ini sangat propespektif  untuk dikembangkan sebagai tambahan penghasilan anda meskipun tetap mengajar di sekolah.Manfatkan  Peluang Usaha Guru My Healthy Yoghurt GAMBIR sebelum terlambat dan terlewatkan kesempatan ini.

 

Kisah Duka Istri Kehilangan Suami

Sumber : http://kisahikmah.com/kisah-duka-istri-kehilangan-suami/

Ilustrasi muslimah menangis © arrahmah.com
 

Kisah ini terjadi di Malaysia beberapa tahun yang lalu. Namun penyesalan berkepanjangan terus mengikuti sang istri.

Berikut ini kisah lengkapnya seperti diterjemahkan secara bebas dari laman fitrihadi.com:

Sebenarnya kami adalah pasangan yang romantis. Bahkan, teman-teman sering memperbincangkan keharmonisan kami. Meskipun bekerja, aku tetap melayani suami dan mengurus anak-anak dengan baik. Aku bersyukur suami memahami posisiku. Ini membuat aku semakin sayang kepadanya.

Sementara suamiku, di tengah kesibukannya, ia juga selalu membantu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan domestik. Ia juga sering mengimamiku shalat. Aku bahagia dengan hubungan kami.

Hari itu, Senin. Aku ingat betul. Aku pergi ke kantor pagi-pagi karena banyak urusan yang harus aku selesaikan. Termasuk janji bertemu dengan sejumlah klien. Biasanya jam 6 petang aku sudah berada di rumah, hampir bersamaan dengan azan Maghrib berkumandang. Aku lihat suamiku telah bersiap-siap untuk shalat Maghrib. Pun anak-anak telah tampil rapi, mereka sudah mandi dan tampak riang bersama ayahnya. Aku lihat suamiku sangat bahagia bersama anak-anak petang itu.

Ba’da Maghrib, kami keluar ke sebuah restoran. Jaraknya sekira 5 kilometer dari rumah. Sepanjang perjalanan kami bergurau, ngobrol ke sana kemari, disertai tawa yang kadang-kadang lepas.

Aku merasakan kegembiraan suamiku petang itu lain dari biasanya. Cara bercandanya, cara tersenyum dan tertawanya… Dalam hati aku hanya bisa bersyukur dan berbahagia.

“Sudah jam 12.30 tengah malam, Bang. Ayo pulang,” kataku setelah melihat jam tangan. Tak terasa sudah larut. Tanpa banyak bicara, suamiku pergi ke kasir.

Kami tiba di rumah dua puluh menit kemudian. Anak-anak kami yang jumlahnya tiga orang segera masuk rumah dan tidur. Usia si bungsu baru tujuh tahun, sedangkan si sulung berusia 12 tahun.

Aku juga mulai mengantuk. Maklum, di jam segini dan setelah perut terisi dengan makanan lezat restoran tadi, bawaannya ingin langsung tidur saja. Di saat seperti itu suami membelai rambutku, ia menginginkan sesuatu. Tapi mataku terasa berat, aku ingin tidur.

Suami membisikiku, ini permintaan terakhirnya. Namun, aku berpikir, aku mengantuk dan dia juga mungkin kecapekan. Lebih baik besuk saja. Perlahan-lahan suami melepaskan pelukannya.

Pagi harinya, ada perasaan tak menentu. Seperti ada hal besar yang akan terjadi. Aku menelpon suami, tetapi tidak dijawab. Hingga kemudian aku dikejutkan dengan telepon dari kepolisian. Mereka mengabarkan bahwa suamiku kecelakaan dan memintaku segera datang ke rumah sakit.

Hatiku seakan pecah saat itu. Aku ke rumah sakit, tetapi segalanya telah terlambat. Suamiku menghembuskan nafas terakhirnya sebelum aku tiba di sana. Air mata menjadi saksi betapa aku sangat kehilangan dirinya.

Yang lebih kusesali, meskipun aku telah ridha dengan takdir dariNya, aku tidak memenuhi permintaan di malam terakhirnya. Hatiku dihinggapi perasaan bersalah yang luar biasa. Aku takut jika suamiku pergi menghadapNya dalam kondisi tidak ridha kepadaku. Dan aku tidak sempat meminta maaf kepadanya karena kini ia telah terbaring kaku.

Aku jadi ingat dengan hadits Nabi, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang suami yang mengajak istrinya tidur bersama, lalu ditolak isterinya, maka malaikat yang di langit akan murka kepada istrinya itu hingga suami memaafkannya”.

Setiap kali teringat suami, mataku gerimis. Pipiku basah. Aku hanya bisa memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi seluruh wanita muslimah di segala penjuru dunia. Jika suamimu memintamu, sepanjang kau mampu, penuhilah. Sebab engkau tak pernah tahu kapan tiba-tiba Allah mengambil suamimu. Dan semoga engkau selalu mendapatkan rahmatNya, tersebab suami yang selalu ridha padamu kapan pun juga. [Kisahikmah.com]

SUPPORT ONLINE

BINA USAHA MANDIRI
BAMBANG
Telepon
082318558337
081348846856
WhatsApp
082318558337
Pin BB
5B9D0788
Alamat
PERUMAHAN PILANG SARI III BLOK E-34 PILANG SARI, KEDAWUNG
CIREBON
JAWA BARAT - INDONESIA
My Healthy Yoghurt Pack Besar Myhealthy Yoghurt Sehat Myhealthy Yoghurt My Healthy Yoghurt Pack Besar Aneka Rasa My Healthy Yoghurt Pack Kecil belum ada isi My Healthy Yoghurt Pack Kecil Aneka Rasa My Healthy Yoghurt